Senin, 23 Januari 2012

Zalim

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM


assalamualaikum wrwb
syukur alhamdulillah saya masih bisa untuk membuka kembali blog ini setelah sekian lama aku menunggu #eh malah nyanyi. hahaha oke lanjut cus , setelah sekian lama saya libur untuk membuka blog akhirnya saya kembali membukanya. hhahaha apaa siiiih


mau sedikit berbagi bagi teman-teman yang membaca (semoga ada yah yang baca hahah) , kalian tau ga? terkadang kita lebih membanggakan hasil karya anak bangsa lain di bandingkan karya dalam negri. kita lebih membanggakan negara lain dari pada negara kita sendiri. apakah kalian tahu bahwa itu adalah perbuatan zalim terhadap bangsa.? oke saya akan bahas sedikit tentang zalim


Diantara kaidah universal yang telah digariskan al-Qur’an adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) tidak bertindak zalim terhadap bangsa yang berbuat baik. Allah SWT Maha Adil dalam perintah-Nya dan adil pula dalam larangan-Nya. Maka, tidak ada keterpurukan dalam bentuk apa pun sepanjang bangsa itu beramal saleh, menjauhi kemaksiatan dan tidak melanggar hukum-Nya. Dan apabila mereka melanggar batasan Allah SWT, berarti mereka sendirilah yang mengundang kehancuran tersebut.
Setiap kali Allah SWT menuturkan tentang kehinaan suatu bangsa dalam al-Qur’an, selalu disertai dengan penjelasan kejahatan-kejahatan yang dilakukan sehingga berefek pada datangnya petaka.
Kata zalim berasal dari bahasa Arab, dengan huruf “dho la ma” (ظ ل م ) yang bermaksud gelap. Di dalam al-Qur’an menggunakan kata zhulm selain itu juga digunakan kata baghy, yang artinya juga sama dengan zalim yaitu melanggar haq orang lain. Namun demikian pengertian zalim lebih luas maknanya ketimbang baghyu, tergantung kalimat yang disandarkannya. Kezaliman itu memiliki berbagai bentuk di antaranya adalah syirik.
Kalimat zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan, melakukan kemungkaran, penganiayaan, kemusnahan harta benda, ketidak adilan dan banyak lagi pengertian yang dapat diambil dari sifat zalim tersebut, yang mana pada dasarnya sifat ini merupakan sifat yang keji dan hina, dan sangat bertentangan dengan akhlak dan fitrah manusia, yang seharusnya menggunakan akal untuk melakukan kebaikan.

Menurut syariat Islam, orang yang tidak berbuat zalim bisa saja terkena siksaan, keyakinan ini berdasarkan dalam salah satu ayat. Allah berfirman dalam surat al anfaal 25

artinya
dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.


Ayat tersebut berisi peringatan untuk berhati-hati (hadzr) akan azab yang tidak hanya menimpa yang zalim saja, tetapi menimpa secara umum baik yang zalim maupun yang tidak zalim. Karena itu secara syar’i, wajib hukumnya bagi orang yang melihat kezaliman/kemunkaran dan mempunyai kesanggupan, untuk menghilangkan kemunkaran itu.
zalim dapat dilakukan manusia kepada Allah, orang lain bahkan kepada dirinya sendiri. Subhanallah yah sesuatu bangeeeet

mungkin itu aja hari ini, untuk info lainnya dapat menghubungi mbah google aja. hehehe
dadaaaah cus bleooong
wassalamualaikum



Jumat, 26 November 2010

curhatan pangeran cinta

Hati ini terasa sunyi tanpa nafas cintamu
hidup ini sepi tanpa senyummu
diri ini senyap tanpa jiwa kasihmu
ruang hati ini gelap tanpa sinar wajahmu

cinta..
aku hanya mampu memeluk rasa
menanti harapan fajar klana

cinta..
kau buat aku yakin akan melangkah
kau beriku segenggam keindahan
cahaya pelangi terus bersinar dihatiku
layaknya cintamu yang selalu ku nanti 

Kamis, 25 November 2010

cerita Lucu

Pada sebuah penerbangan Garuda Airlines yang mengangkut para jamaah haji
dari Indonesia. Ketika sudah hampir dekat dengan bandara di Jeddah,
tampaknya pesawat tersebut mengalami gangguan. Masker oksigen mulai
berjatuhan dan para penumpangnya mulai terlihat panik. Sang pilot lalu
mengontak menara pengawas penerbangan di bandara Jeddah untuk meminta
bantuan :
“Menara Jeddah, di sini Kapten Rudy, Garuda Airlines 878, apakah anda
mendengar?”
“Garuda 878, di sini menara Jeddah, silahkan”
“Menara Jeddah, di sini Garuda 878, kami sedang ada masalah yang gawat”
“Di sini menara Jeddah, tolong jelaskan masalahnya”
“Di sini Garuda 878, mesin kami kehilangan tenaga, mohon petunjuk”
“Di sini menara Jeddah, kami mendengar anda, tolong dicek beberapa hal buat
kami, OK?”
“Di sini Garuda 878, silahkan”
“Di sini menara Jeddah, apakah anda bisa menghidupkan tenaga cadangan di
mesin anda?”
“Di sini Garuda 878, negatif, sudah tidak ada tenaga sama sekali”
“Di sini menara Jeddah, dapatkah anda menurunkan ketinggian menjadi 20,000
feet?”
“Di sini Garuda 878, negatif, pengontrol sayap kami tidak ada respon”
“Di sini menara Jeddah, dapatkan anda mengeluarkan roda pendaratnya”
“Di sini Garuda 878, negatif, roda pendaratnya macet, tidak dapat
dikeluarkan”
“Di sini menara Jeddah, dapatkan anda mengulang apa yang saya ucapkan?”
“Di sini Garuda 878, silahkan”
“Di sini menara Jeddah, tolong ulangi kata-kata ini :
Asshadualla illa hailAllah, wa ashaduanna Muhammaddan rosulullah”