assalamualaikum wrwb
syukur alhamdulillah saya masih bisa untuk membuka kembali blog ini setelah sekian lama aku menunggu #eh malah nyanyi. hahaha oke lanjut cus , setelah sekian lama saya libur untuk membuka blog akhirnya saya kembali membukanya. hhahaha apaa siiiih
mau sedikit berbagi bagi teman-teman yang membaca (semoga ada yah yang baca hahah) , kalian tau ga? terkadang kita lebih membanggakan hasil karya anak bangsa lain di bandingkan karya dalam negri. kita lebih membanggakan negara lain dari pada negara kita sendiri. apakah kalian tahu bahwa itu adalah perbuatan zalim terhadap bangsa.? oke saya akan bahas sedikit tentang zalim
Diantara kaidah universal yang telah digariskan al-Qur’an adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) tidak bertindak zalim terhadap bangsa yang berbuat baik. Allah SWT Maha Adil dalam perintah-Nya dan adil pula dalam larangan-Nya. Maka, tidak ada keterpurukan dalam bentuk apa pun sepanjang bangsa itu beramal saleh, menjauhi kemaksiatan dan tidak melanggar hukum-Nya. Dan apabila mereka melanggar batasan Allah SWT, berarti mereka sendirilah yang mengundang kehancuran tersebut.
Setiap kali Allah SWT menuturkan tentang kehinaan suatu bangsa dalam al-Qur’an, selalu disertai dengan penjelasan kejahatan-kejahatan yang dilakukan sehingga berefek pada datangnya petaka.
Kata zalim berasal dari bahasa Arab, dengan huruf “dho la ma” (ظ ل م ) yang bermaksud gelap. Di dalam al-Qur’an menggunakan kata zhulm selain itu juga digunakan kata baghy, yang artinya juga sama dengan zalim yaitu melanggar haq orang lain. Namun demikian pengertian zalim lebih luas maknanya ketimbang baghyu, tergantung kalimat yang disandarkannya. Kezaliman itu memiliki berbagai bentuk di antaranya adalah syirik.
Kalimat zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan, melakukan kemungkaran, penganiayaan, kemusnahan harta benda, ketidak adilan dan banyak lagi pengertian yang dapat diambil dari sifat zalim tersebut, yang mana pada dasarnya sifat ini merupakan sifat yang keji dan hina, dan sangat bertentangan dengan akhlak dan fitrah manusia, yang seharusnya menggunakan akal untuk melakukan kebaikan.
Menurut syariat Islam, orang yang tidak berbuat zalim bisa saja terkena siksaan, keyakinan ini berdasarkan dalam salah satu ayat. Allah berfirman dalam surat al anfaal 25
artinya
dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.
Ayat tersebut berisi peringatan untuk berhati-hati (hadzr) akan azab yang tidak hanya menimpa yang zalim saja, tetapi menimpa secara umum baik yang zalim maupun yang tidak zalim. Karena itu secara syar’i, wajib hukumnya bagi orang yang melihat kezaliman/kemunkaran dan mempunyai kesanggupan, untuk menghilangkan kemunkaran itu.
zalim dapat dilakukan manusia kepada Allah, orang lain bahkan kepada dirinya sendiri. Subhanallah yah sesuatu bangeeeet
mungkin itu aja hari ini, untuk info lainnya dapat menghubungi mbah google aja. hehehe
dadaaaah cus bleooong
wassalamualaikum